Rabu, 12 Juni 2013

Arabic Poem 2 /المحفوظات الثانية/Syair-syair Arab-Indonesia 2



·       الحَثُّ عَلَى التَّعَلُّمِ –الأول- (Perintah untuk belajar 1)   
العَالِمُ كَبِيْرٌ وَاِنْ كَانَ حَدَثًا
وَالجَاهِلُ صَغِيْرٌ وَإِنْ كَانَ شَيْخًا
Seseorang yang berilmu terlihat besar meskipun ia masih muda
Dan Seseorang yang bodoh  terlihat kecil meskipun ia sudah berumur
تَعَلَّمْ فَلَيْسَ اْلمَرْءُ يُوْلَدُ عَالِمًا
وَ لَيْسَ أَخُوْ عِلْمٍ كَمَنْ هُوَ جَاهِلٌ
Belajarlah! Karena seseorang tidak dilahirkan dalam keadaan pintar
Dan tidaklah sama orang yang berilmu dengan orang yang bodoh
وَاِنَّ كَبِيْرَ القَوْمِ لَاعِلْمَ عِنْدَهُ
صَغِيْرٌ إِذَا الْتَفَّتْ عَلَيْهِ المحَاَفِلُ
Dan apabila seorang pemimpin kaum/kelompok tidak berilmu
Maka akan terlihat kecil ketika dalam perkumpulan


·       الحَثُّ عَلَى التَّعَلُّمِ –الثانى- (Perintah untuk belajar 2)   
مَنْ لَمْ يَذُقْ ذُلَّ التَّعَلُّمِ سَاعَةً
تَجَرَّعَ ذُلَّ الجَهْلِ طُوْلَ حَيَاتِهِ
Siapa yang belum pernah merasakan kesulitan belajar meskipun sebentar
Maka ia akan merasakan hinanya kebodohan selama hidupnya
وَمَنْ فَاتَهُ التَّعْلِيْمُ وَقْتَ شَبَابِهِ
فَكَبِّرْ عَلَيْهِ أَرْبَعًا لِوَفَاتِهِ
Dan siapa yang meninggalkan belajar ketika mudanya/tidak belajar di waktu kecil
Maka ia bagaikan mayat yang disholati dengan 4 takbir
حَيَاةُ الفَتَى وَ اللهِ بِالعِلْمِ وَ التُّقَى
إِذَا لَمْ يَكُوْنَا لاَ اعْتِبَارَ لِذَاتِهِ
Demi Allah, hidup para pemuda dengan 2 hal; ilmu dan ketakwaan
Jika belum memiliki keduanya maka tidak akan berk

·       أَدَبُ المُجَالَسَةِ (Adab dalam bermu’amalah)
إِنْ أَنْتَ جَالَسْتَ الرِّجَالَ َّذَوِى النُّهَى
فَاجْلِسْ إِلَيْهِمْ بِالكَمَالِ مُؤَدَّبًا
Jika kamu sedang duduk di antara ulama’
Maka duduklah dengan adab yang baik dan penuh kesopanan
وَاسْمَعْ حَدِيْثَهُمْ إِذَا هُمْ حَدَّثُوا
وَاجْعَلْ حَدِيْثَكَ إِنْ نَطَقْتَ مُهَذَّبًا
Dan dengarkanlah perkataan mereka jika mereka sedang berbicara
Dan jika kamu berbicara, maka bicaralah dengan baik dan sopan


·       قَال الإِمَامُ الشَّافِعِى رضي الله عنه(Perkataan Imam Syafi’i)
شَكَوْتُ إِلَى وَقِيْعٍ سُوْءَ حِفْظِى
فَأَرْشَدَنِى إِلَى تَرْكَ المَعَاصِى
Aku mengadu pada Imam Syafi’I tentang kesulitan menghafal
Lalu ia memberiku petunjuk untuk meninggalkan ma’siat
وَأَخْبَرَنِى بِأَنَّ العِلْمَ نُوْرٌ
وَ نُوْرُ اللهِ لَا يُهْدَى لِعَاصِى
Dan ia memberitahuku bahwa sesungguhnya ilmu adalah cahaya
Dan cahaya Allah tidak akan turun/memberi petunjuk kepada orang yang berma’siat

·       الشَرَفُ بِالأَدَبِ(Kemulian dengan Adab yang baik)
لَا تَنْظُرَنَّ لِأَثْوَابٍ عَلَى أَحَدٍ
إِنْ رُمْتَ تَعْرِفَهُ فَانْظُرْ إِلَى الأَدَبِ
Janganlah kamu melihat/menilai seseorang dari pakaiann/penampilannya
Jika kamu ingin mengetahuinya, maka lihatlah dari adab perilakunya
وَمَا الحُسْنُ فِى وَجْهِ الفَتَى شَرَفًا لَهُ
إِنْ لَمْ يَكُنْ فِى فِعْلِهِ وَ الخَلاَئِقِ
Dan tidak ada kebaikan serta kemuliaan di wajah seorang pemuda
Jika tidak ada akhlak yang baik di dalam tindakannya/pekerjaannya
فَالْيَنْظُرَنَّ إِلَى مَنْ فَوْقَهُ أَدَبًا
وَالْيَنْظُرَنَّ إِلَى مَنْ دُوْنَهُ مَالًا
Maka, lihatlah/tirulah mereka yang di atasmu dalam berakhlak yang baik
Dan lihatlah mereka yang ada di bawahmu untuk urusan harta (agar kamu bersyukur)


·       حَقُّ ِالوَالِدَيْنِ (Hak Orangtua)
إِنَّ لِلْوَالِدَيْنِ حَقًّا عَلَيْنَا
بَعْدَ حَقِّ اللهِ فِى الاِحْتِرَامِ
Sesungguhnya terhadap orangtua ada hak yang harus kita lakukan
Dan itu terletak setelah hak Allah dalam hal memuliakan/menghormati
أَوْجَدَانَا وَ رَبَّيَانَا صَغِيْرًا
فَاسْتَحَقَّا نِهَايَةَ الاِكْرَامِ
Karena orangtua, kita ada dan mereka pula yang telah merawat kita dari kecil
(Maka muliakanlah mereka) mereka memiliki kemuliaan hingga akhir

·       التَّوَاضُعُ – الأول- (Rendah hati 1)
تَوَاضَعْ إِذَا مَا نِلْتَ فِى النَّاسِ رِفْعَةً
فَإِنَّ رَفِيْعَ القَوْمِ مَنْ يَتَوَاضَعْ
Merendahlah! jika kaummu mendapatkan kehormatan/kemuliaan
Sesungguhnya kemuliaan/besarnya kaum, bagi siapa saja yang merendah
تَوَاضَعْ إِذَا مَا كَانَ قَدْرُكَ عَالِيًا
فَإِنَّ اتِّضَاعَ المَرْءِ مِنْ شِيَمِ العَقْلِ
Merendahlah! Jika kedudukanmu tinggi
Sesungguhnya orang yang merendah adalah sifat orang berakal

·       التَّوَاضُعُ – الثَانى- (Rendah hati 2)
تَوَاضَعْ تَكُنْ كَالنَّجْمِ لَاحَ لِنَاظِرٍ
عَلَى صَفَحَاتِ الماَءِ وَ هُوَ رَفِيْعٌ
Merendahlah! Dan jadilah seperti bintang yang terang/kelip untuk dilihat
Di atas permukaan  air, meskipun pada hakikatnya bintang itu tinggi sekali
وَ لاَ تَكُنْ كَالدُّخَانِ يَعْلُو بِنَفْسِهِ
إِلَى طَبَقَاتِ الجَوِّ وَهُوَ وَضِيْعٌ
Dan jangan seperti asap, terbang tinggi dengan sendirinya
Melewati lapisan-lapisan udara, padahal dia rendah
·       الصِّدْقُ (kejujuran)
عَلَيْكَ بِالصِدْقِ فِى كُلِّ الأُمُوْرِ لاَ
تَكْذِبْ فَأَقْبَحُ مَا يُزْرِى بِكَ الكَذِبُ
Berbuatlah jujur di setiap hal dan sepanjang umur, janganlah
Kamu berbohong. Sesungguhnya aib terburuk manusia adalah kebohongan
لاَ يَكْذِبُ المَرْءُ إِلَّا مِنْ مَهَانَتِهِ
أَوْ عَادَةِ السُوْءِ أَوْ مِنْ قِلَّةِ الأَدَبِ
Orang baik tak akan berbohong kecuali (orang yang bohong) dia rendah/hakir
Atau memiliki kebiasaan buruk atau orang yang sangat sedikit adabnya

·       النَّصِيْحَةُ (Nasehat)
أُسْلُكْ بُنَيَّ مَنَاهِجَ السَّادَاتِ
وَ تَخَلَّقَنَّ بِأَشْرَفِ الْعَادَاتِ
Berjalanlah anakku! Di jalan yang penuh kemuliaan
Dan berakhlaklah dengan penuh kemuliaan
وَ إِذَا اتَّسَعْتَ بِرِزْقِ رَبِّكَ فَاجْعَلَنْ
مِنْهُ الأَجَلَّ لِأَوْجُهِ الصَّدَقَاتِ
Dan jika Tuhanmu (Allah) meluaskan rizkinya untukumu, maka jadikanlah
Sebagian rizki itu untuk bersedekah



Yang lain menyusul :D